The Wolf of Wall Street

on

Sebuah Catatan Kecil

The Wolf of Wall Street memaksa saya untuk menulis lagi. Film ini terlalu bagus untuk sekedar menjadi angin lalu. Film ini juga membuat saya semakin sadar, bagaimana piawainya Martin Scorsese menangkap sebuah semangat zaman di Amerika, lantas menyuguhkannya lewat kisah hidup seorang manusia. Bagi kita yang akrab menyuntuki karya Scorsese, tentu lah tak asing dengan pola plot yang selalu disuguhkannya; lambat, mengurai jelas perkembangan karakternya, kejayaan dan kehancuran, hingga kisah terhenti pada ambang titik balik hidup sang tokoh utama. Sebut saja misalnya Taxi Driver, Raging Bull, Aviator, Goodfellas, dan tentu saja The Wolf of Wall Street (TWoWS).

Kadang saya berpikir, bahwa lewat film-film tersebut, Scorsesse sedang berusaha merekam semangat zaman yang bergerak di Amerika; pasca Perang Vietnam lewat Taxi Driver, Golden Age Era pada Aviator, dan kriminalitas di medio 80-an lewat Goodfellas. Kadang juga terpikir bahwa budaya Amerika modern sesungguhnya bisa dibongkar cukup dengan mengapresiasi film-film karya Scorsese. Ini mungkin…

Lihat pos aslinya 762 kata lagi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s