Resensi: Insidious: Chapter 2 (2013)

on

Provita Prima

Insidious Chapter 2 (2013) One of the rare events where the ghost is NOT on the poster…

James Wan mungkin adalah salah satu sutradara favorit saya; Dialah yang mampu menarik saya yang penakut ini untuk menonton sebuah film horor di bioskop yang gelap. Dan memang, The Conjuring tidak mengecewakan harapan saya. Meski tidak ada yang baru dengan cerita dan elemen horornya, film tersebut sungguh berhasil menawarkan rasa film horor klasik yang penuh kekagetan. Maka ketika istri saya mengajak untuk menonton film Wan yang terbaru, Insidious: Chapter 2, sayapun segera mengiyakan meski belum pernah menonton bagian pertamanya (kecuali briefing singkat dari istri saya mengenai intisarinya).

Dari segi cerita, Chapter 2 mungkin menjanjikan sesuatu yang relatif lebih segar dibanding The Conjuring. Tidak sekedar rumah yang dihantui, kini saya harus menghadapi anak kecil yang bisa tamasya ke dunia lain dalam tidurnya, dengan risiko penghuni dunia lain bisa merebut dan menggunakan raga anak itu. Sayangnya, duapertiga…

Lihat pos aslinya 170 kata lagi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s