Resensi: Dream House (2011)

on

Provita Prima

Dream House (2011) A cliche poster, unlike the movie.

Huh…wow. Dream House benar-benar film yang tak disangka-sangka. Dengan melihat sinopsis dan gambar di sampul DVD-nya, saya mengira kalau ini adalah film horor rata-rata mengenai sebuah keluarga (yang punya anak kecil, tentu saja) yang baru pindah ke sebuah rumah tua; Ternyata rumah tersebut dulu pernah menjadi lokasi pembunuhan dan kini arwah yang mendiami rumah itu mulai mengganggu keluarga baru ini. Kalau di Indonesia biasanya diakhiri dengan kiai yang merapal ayat-ayat suci untuk mengusirnya.

Tapi…wow, saya masih geleng-geleng kepala akan bagaimana Dream House dengan subtilnya membajak kerangka berpikir saya. Memang awalnya saya sempat heran dengan akting Craig, Weisz, dan Watts yang agak ‘aneh’. Juga dengan hilangnya beberapa detail yang biasa ada di film horor, dan betapa sinematografinya jarang memunculkan atmosfer mencekam dalam setiap adegan.

Namun di pertengahan film, semuanya menjadi terang benderang. Ini juga tidak umum, karena di film-film horor biasapun, pencerahan selalu datang…

Lihat pos aslinya 158 kata lagi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s